Tampilkan postingan dengan label Dakwah amp; Komunikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dakwah amp; Komunikasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Februari 2019

Wisuda Perdana, Dirjen Pendis; Alumni IAIN Harus Memiliki Soft Skill

IAIN Parepare--- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar wisuda perdana di Auditorium IAIN Parepare, Kamin (21/02).

Sebanyak 532 wisudawan dan wisudawati terdiri dari empat fakultas yakni, Fakultas Tarbiyah, Ekonomi dan Bisnis Islam, Hukum Syariah, dan Ushluddin Adab dan Dakwah. Alumni Strata 1 (S1) berjumlah 511 orang dan program magister Pascasarjana 21 orang.

Rektor IAIN Parepare, DR Ahmad Sultra Rustan mengungkapkan pada wisuda perdana ini sebanyak 195 alumni berpredikat Cum-Laude atau dengan pujian.

Rektor berharap agar para wisudawan dan wisudawati tetap menjaga almamater kampus yang akulturasi budaya Islam teknologi informasi.

"Terus menjaga nama baik almamater kampus yang kita cintai, dengan memperkenalkan IAIN lebih luas ke masyarakat. Serta siap menghadapi tantangan global di era teknologi,"ucapnya saat memberi sambutan.

Hadir Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof DR Phil H Kamaruddin Amin, membawakan orasi ilmiah yang bertemakan Pengembangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam.



"Alumni IAIN harus memiliki kompetensi, soft skill untuk menghadapi era revolusi industri 4.0, kita tingkatkan salah satunya lewat pendidikan berkualitas," ungkap Dirjen Pendis.

Dalam wisuda ini, turut dirangkaikan peresmian gedung baru Auditorium yang berkapasitas 2.000 orang dengan anggaran senilai 17,5 miliar.



[caption id="attachment_9697" align="alignnone" width="300"] Turut hadir wakil walikota Parepare Pangerang Rahim beserta unsur jajaran pimpinan Daerah Kota Parepare, jajaran civitas akademik IAIN Parepare, serta para orangtua/wali alumni[/caption]





 

 

 

 

 

Selasa, 27 November 2018

HMJ Dakom: Seminar Parenting Beri Pemahaman tentang Pola Asuh

IAIN Parepare--- Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Dakwah dan Komunikasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar seminar parenting di Auditorium IAIN Parepare, Senin (26/11).

Dengan mengangkat tema pola asuh orangtua ditinjau dari aspek kekinian yang sering diistilahkan zaman now. Seminar parenting ini dapat memberi pengetahuan mengenai cara mengasuh dan mendidik bagi para orangtua khususnya para mahasiswa calon Ayah dan Ibu bagi anak-anaknya kelak.



Ketua HMJ Dakwah dan Komunikasi (Dakom), Muhammad Yurham mengungkapkan sebanyak 200 peserta yang terdiri dari berbagai kalangan mulai dari mahasiswa, dosen hingga guru sekolah serta ustadz-ustadz yang ada di sekitar kota Parepare.

Lebih lanjut Yurham berharap seminar ini dapat memberikan pemahaman tentang pola asuh yang baik dan benar serta bekal dalam membina keluarga sejahtera. Seminar ini juga merupakan program kerja terakhir yang dilaksanakan HMJ Dakom menjelang pergantian pengurus baru.

Hadir pemateri Raden Ahmad Affandi, S. Psi, M. Psi (Dai Nasional dan seorang Psikolog). Salah satu peserta seminar, Rahmah mengaku seminar parenting ini sangat bermanfaat.

"Sangat bermanfaat karena dapat menjadi bekal dalam memberikan pengasuhan kepada anak. Seminar tersebut tidak hanya penting bagi yang sudah punya anak tapi juga penting bagi yang belum punya anak maupun yang belum menikah
Apalagi dengan narasumber yang berpengalaman dan luar biasa," tanggap Rahmah saat diwawancarai via whatsapp (27/11).

Sumber foto: Panitia

 

Kamis, 25 Oktober 2018

Dakom Award 2018, Creativity in Harmony

IAIN Parepare--- Jurusan Dakwah dan Komunikasi menggelar Dakom Award 2018 di Auditorium Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Rabu (24/10).

Kegiatan Dakom Award merupakan kegiatan tahunan sebagai ajang apresiasi, silaturahmi serta mengasah kreativitas para mahasiswa. Ketua jurusan Dakwah dan Komunikasi, Dr. Muhammad Saleh menjelaskan pentingya keharmonisan dalam keluarga besar jurusan Dakwah dan Komunikasi.

Untuk tema tahun ini Creativity in Harmony, berkreativitas boleh, bersaing boleh tapi tetap dalam kekeluargaan. Jadi tetap membangun, membina keharmonisan. Makanya lomba-lomba yang dilaksanakan ada lomba akademik dan non akademik,” jelasnya.

Ketua panitia, Dr. Zulfah dalam laporannya mengungkapkan sebanyak 152 peserta dengan menyediakan berbagai jenis lomba seperti karya tulis ilmiah, debat ilmiah, nasyid, lipsyn dosen, tari kreasi, pantun Islami, dan desain poster bertemakan Dakwah. Kegiatan Dakom Award ini akan berlangsung hingga 27 Oktober mendatang.



Selain itu, setiap program studi yang tergabung dalam jurusan Dakwah dan Komunikasi juga dirangkaikan expo (pameran) hasil karya-karya yang telah diciptakan. Hadir Wakil Rektor II bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan IAIN Parepare, Dr. Sudirman L yang turut hadir melihat pameran secara langsung.

[caption id="attachment_9130" align="alignnone" width="300"] Foto: Dr. H. Sudirman L, M.H[/caption]

“Saya cukup salut dengan kreativitasnya, saya berharap ke depannya lebih mengembangkan dan menjauhi plagiarism untuk memunculkan kreasi-kreasi mahasiswa yang lebih besar lagi,”ucap Sudirman L, usai membuka kegiatan mewakili Rektor IAIN Parepare.

Jumat, 19 Oktober 2018

LKPKM 2018: Bangun Jiwa Integritas, Totalitas dan Loyalitas Mahasiswa

IAIN Parepare--- Pembukaan Latihan Kepemimpinan dan Pengembangan Karakter Mahasiswa (LKPKM) tahun 2018 dibuka secara resmi di gedung Auditorium IAIN Parepare, Kamis (18/10).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dewan Mahasiswa (Dema) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare. LKPKM merupakan kegiatan tahunan yang diikuti oleh mahasiswa IAIN Parepare khususnya mahasiswa baru.

Sebanyak 860 peserta mengikuti kegiatan LKPKM yang mengusung tema Membangun Jiwa Integritas, Totalitas dan Loyalitas Mahasiswa yang Sadar akan Tanggungjawab Sosial. Kegiatan tersebut akan berlangsung mulai 18 sampai 21 Oktober 2018.



Meskipun dari jumlah keseluruhan mahasiswa baru tidak semuanya mengikuti LKPKM. Namun Ketua Dema IAIN Parepare Muhammad Arafah  melihat, mahasiswa yang memutuskan pilihan untuk mendaftarkan diri sebagai peserta LKPKM 2018 merupakan satu langka kemajuan.

"Maka kalianlah yang sampai pada titik ini, apa poin pertama yang kalian sudah dapatkan? Kalian sudah mampu berbeda dengan teman-teman seperjuangan kalian, satu langkah lebih maju," ucapnya saat memberi sambutan di hadapan ratusan peserta.



Sementara Pelaksana Tugas Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Abu Bakar Juddah melihat kegiatan LKPKM merupakan salah satu upaya untuk mempersiapkan diri sebagai pemimpin masa depan.

"Kita sudah dilahirkan bersama potensi itu tapi untuk mengimplementasikan potensi menjadi kompetensi tentulah tidak semudah membalikkan telapak tangan harus melalui sejumlah langkah-langkah di antaranya melalui pelatihan-pelatihan yang kalian ikuti seperti ini," ungkapnya.

[caption id="attachment_9085" align="alignnone" width="300"] Foto: Dr. Abu Bakar Juddah, M. Si (Plt. Wakil Rektor III)[/caption]

Lebih lanjut, Abu Bakar Juddah juga mengingatkan kepada peserta akan pentingnya kedisiplinan.

"Dalam diri kita, kita ini adalah pemimpin paling tidak memimpin diri kita menjadi orang yang disiplin karena kedisiplinan mengantar kita ke pintu kesuksesan. Kalau Anda tidak disiplin belajar, mengikuti perkuliahan tentulah amburadul. Tapi kalau disiplin, Insyaa Allah akan mengatar kalian mencapai cita-cita," jelasnya sebelum membuka kegiatan.

"Kita tidak mampu memprediksi masa depan kita, kita hanya mampu menata. Apa yang kalian lakukan hari ini merupakan bagian dari penataan masa depan"


-Dr. Abu Bakar Juddah, M. Si-


Plt. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, IAIN Parepare


 

 

Minggu, 30 September 2018

Aksi Sosial, HMJ Dakom Peduli Korban Gempa Tsunami

IAIN Parepare—Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Dakwah dan Komunikasi menggelar aksi penggalangan dana untuk para korban bencana alam gempa dan tsunami yang terjadi di Donggala, Palu Sulawesi Tengah.

Yurham ketua HMJ Dakom (Dakwah dan Komunikasi) mengungkapkan aksi tersebut merupakan aksi gabungan dari HMJ Dakom bersama Hima Prodi (Himpunan mahasiswa program studi) jurusan Dakwah dan Komunikasi seperti Hima prodi komunikasi penyiaran Islam, bimbingan konseling Islam, manajemen dakwah, pengembangan masyarakat Islam, sosiologi agama dan Hima Prodi jurnalistik Islam.

“Mengingat bencana yang terjadi di Sulawesi Tengah, teman-teman kita yang ada di Donggala Palu, tersentak hati teman-teman sehingga dengan semangat persaudaran dan kemanusiaan kami turun aksi penggalangan dana di jalan,” ungkapnya saat diwawancarai via whatsapp, (30/09).

[caption id="attachment_8893" align="alignnone" width="300"] Foto: dibantu oleh polisi setempat[/caption]

Aksi penggalangan dana berlangsung mulai pagi sampai sore hari pada titik lokasi target sekitaran pasar Lakessi, jalan jenderal Sudirman, Mattirotasi dan jalan Bau Massepe dan akan dilanjutkan pada hari Senin (01/10) di area kampus. Tidak hanya berupa uang sumbangan, masyarakat juga turut ikut menyumbang dalam bentuk sembako maupun pakaian.



Menurut Yurham, dana yang terkumpul akan segera disumbangkan baik melalui ACT (Aksi Cepat Tanggap) Darurat maupun melalui jalur transportasi laut yang tersedia di pelabuhan kota Parepare.

[caption id="attachment_8898" align="alignnone" width="300"] Info[/caption]

“Kami turun aksi penggalangan dana, mudah-mudahan mampu membantu dan meringankan beban teman-teman disana,” tambah Yurham.

Kamis, 13 September 2018

Serap Masukan melalui Rapat Akademik Dosen

IAIN Parepare--- Menjelang aktifnya perkuliahan pada semester ganjil yang akan diikuti oleh seluruh mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, ratusan orang mengikuti rapat dosen tahun akademik 2018/2019 di Aula IAIN Parepare, Kamis (13/09).




Dibuka langsung oleh Muhammad Djunaidi selaku Pelaksana tugas (Plt) Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan, turut dihadiri pula para ketua dari berbagai jurusan, mulai dari Ketua jurusan Tarbiyah dan Adab, Ketua jurusan Syariah dan Ekonomi Islam dan Ketua jurusan Dakwah dan Komunikasi.

Rapat tersebut merupakan rapat yang rutin dilaksanakan sekali dalam setiap tahun. Hal ini dilakukan dalam rangka mengevaluasi serta membahas hal-hal yang terkait masalah-masalah (problem) yang ditemui dosen dalam aktivitas perkuliahan.  Selain itu dalam pertemuan ini para dosen juga diberi kesempatan mengajukan pertanyaan maupun saran dalam sesi tanya jawab.



Hamdanah Said salah seorang dosen sekaligus penggagas kode etik IAIN Parepare, memberi saran agar dalam proses perkuliahan kode etik tetap diberlakukan. "Dosen diharapkan membaca pelanggaran ringan dengan sanksi ringan. Sebab, dosen mempunyai hak menjatuhkan sanksi ringan berupa teguran," ungkapnya. Tidak hanya Hamdanah Said, beberapa dosen pun turut mengajukan beberapa pertanyaan serta saran yang ditanggapi langsung oleh para Ketua jurusan yang hadir.





Sementara Muhammad Djunaidi dalam memimpin rapat mengakui masih adanya  kekurangan yang perlu diperbaiki ke depannya. "Harus kita menyadari, memang pasti ada kekurangan. Namun, untuk menutupi kekurangan itu mari bersama-sama kita mencari solusi," ajaknya.



Selain itu, Muhammad Djunaidi juga mengungkapkan dalam waktu dekat ini, IAIN Parepare akan memiliki beberapa fakultas. "Pada saat kita berubah jadi fakultas, di situ saatnya perlu banyak pertemuan agar kita memperoleh masukan dan mencari solusi terhadap permasalahan-permasahan yang dihadapi,"terangnya.

 

Selasa, 28 Agustus 2018

PBAK: Internalisasikan Budaya Akademik Wujudkan Kampus Peradaban

IAIN Parepare--- Pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare resmi dibuka oleh Rektor IAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan di pelataran gedung zona akreditasi, IAIN Parepare (28/08).



Dihadiri oleh segenap sivitas akademika IAIN Parepare, peserta PBAK diikuti sebanyak 1.832 orang yang terdiri dari mahasiswa baru 1.789 orang dan mahasiswa lama 43 orang. Masih terdapat beberapa mahasiswa baru yang belum mengikuti PBAK dan dipastikan akan mengikuti kegiatan PBAK pada tahun berikutnya.

[caption id="attachment_8695" align="alignnone" width="300"] Foto: Ketua Panitia PBAK, Dr. Hj. Hamdanah Said, M. Si[/caption]

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare merupakan lembaga formal dan menjadi social change serta menjadi institut yang mengembang budaya akademik yang berpangkal pada tridharma perguruan tinggi yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan penjelasan ketua panitia Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), Dr. Hj. Hamdanah Said.

"Dalam upaya membantu proses upaya sosialisasi mahasiswa baru ke dalam budaya akademik dan sistem yang berlaku di IAIN Parepare maka diselenggarakan suatu kegiatan akademik dengan visi terwujudnya mahasiswa yang berakhlakul karimah, inovatif, mandiri dalam mengembang kajian Islam dan akulturasi budaya berbasis teknologi informasi," ungkap Ketua Panitia PBAK 2018, Dr. Hj. Hamdanah Said.

[caption id="attachment_8692" align="alignnone" width="300"] Foto: Penyematan ID Card Peserta PBAK[/caption]

Sementara Rektor, IAIN Parepare Dr. Ahmad Sultra Rustan dalam sambutannya mewajibkan mahasiswa yang akan menjadi pengurus Organisasi kemahasiswaan (Ormawa) kampus, nantinya harus memiliki sertifikat PBAK sebagai tanda bukti telah lulus mengikuti kegiatan tersebut.

[caption id="attachment_8696" align="alignnone" width="300"] Foto: Rektor IAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan, M. Si[/caption]

Lebih lanjut, Ahmad juga mengajak mahasiswa untuk aktif dalam keoraganisasi tanpa mengindahkan aktivitas perkuliahan. "Tidak ada organisasi kemahasiswaan di IAIN Parepare ini yang mengajari anggotanya bermalas-malasan dan mengutamakan kegiatan organisasi daripada perkuliahan. Semua organisasi kemahasiswaan tetap mengedepankan perkuliahan disamping organisasi. Organisasi sukses, menuntut ilmu juga sukses," jelas Rektor IAIN Parepare, Dr. Ahmad Sultra Rustan sebelum membuka kegiatan.


Adapun tujuan dilaksanakannya PBAK, sebagai berikut:

  1. Mengembangkan pemahaman dan penghayatan peserta terhadap sistem pendidikan di IAIN Parepare

  2. Mengembangkan kecerdasan spritual, emosional, intelektual dan sosial peserta

  3. Memupuk semangat solidaritas dan toleransi antara sivitas akademika

  4. Mengembangkan rasa memiliki dan tanggungjawab akademik, sosial terhadap disiplin ilmu

  5. Mengembangkan sikap kritis dan kreatif mahasiswa

  6. Mengembangkan nilai-nilai kearifan lokal





[caption id="attachment_8693" align="alignnone" width="300"] Foto: Persembahan Tari Kreasi oleh Aliansi Mahasiswa Seni (Animasi) IAIN Parepare[/caption]

 

Kamis, 19 Juli 2018

Communication Fair jadi Ajang Apresiasi Karya

IAIN Parepare--- Ratusan karya yang berupa Audio, Photo, maupun audio visual dipamerkan dalam Communication fair di Auditorium IAIN Parepare, Kamis (19/07). Diikuti oleh mahasiswa Program studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) serta Prodi Jurnalistik Islam (JI) yang tergabung dalam beberapa mata kuliah seperti mata kuliah dasar-dasar fotografi, mata kuliah perencanaan dakwah, mata kuliah produksi siaran radio & TV serta mata kuliah Teknik Editing.



Communication Fair merupakan kegiatan pertama kali dilakukan dan menjadi ajang apresiasi karya terbaik mahasiswa. Muhammad Restu Singgih salah satu pemenang kategori The Best Jingle radio mengungkapkan kegiatan Fair Communication merupakan awal baik untuk Prodi KPI yang bekerja sama dengan Prodi JI, "inilah awal dan wadah mereka untuk menampilkan karya terbaik mereka. Saya harap kegiatan ini dapat berlanjut dan kegiatannya lebih besar lagi," ungkapnya.



Meskipun karya yang dihasilkan merupakan tuntunan tugas mata kuliah, namun Nurhakki selaku Penanggung jawab Prodi Komunikasi Penyiaran Islam berharap agar karya-karya tersebut bukan hanya dibuat untuk mendapatkan nilai semata. "Kita berharap karya itu bukan hanya untuk mendapatkan nilai, tetapi bagaimana karya-karya itu bisa dilirik oleh industri media, apakah media cetak maupun media elektronik," ujar Nurhakki saat memberi sambutan.



Sementara Ketua jurusan Dakwah dan Komunikasi, Muhammad Saleh yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengungkapkan apresiasinya terhadap karya-karya yang dihasilkan oleh para mahasiswa dan berharap agar mahasiswa jurusan Dakwah dan Komunikasi tetap terus berkarya.



 

 

 

 

 

 

Kamis, 05 Juli 2018

Ratusan Mahasiswa Ikuti Pembekalan KPM

IAIN Parepare--- Sebanyak 907 mahasiswa yang terdiri dari berbagai jurusan pada Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare mengikuti pembekalan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM), Kamis (05/07).

Kegiatan pembekalan peserta KPM tahun 2018 merupakan salah satu kegiatan yang wajib diikuti oleh calon peserta KPM sebelum menuju ke lokasi. Sedikitnya, terdapat dua kabupaten yang menjadi target KPM pada tahun 2018, yakni kabupaten Sidrap yang terdiri dari 11 kecamatan (99 posko) dan kabupaten Enrekang pada kecamatan Buntu Batu dan desa Latimojong (6 posko).

Pembekalan KPM berlangsung di Audiotrium IAIN Parepare selama empat hari mulai  tanggal 5 sampai dengan 8 Juli 2018 . Ketua panitia KPM IAIN Parepare, Dr. Ramli mengungkapkan tema yang diangkat adalah pengabdian masyarakat berbasis budaya. "Kami ingin mencoba melihat bagaimana potensi-potensi kearifan lokal itu menjadi salah satu kekuatan dalam rangka pengembangan sumber daya manusia," jelas Ramli saat menyampaikan laporan selaku Ketua Panitia.

Muhammad Djunaidi selaku Pelaksana Tugas (Plt Wakil Rektor 1) mengungkapkan mahasiswa KPM harus menyesuaikan dengan kondisi dan situasi yang ada di lapangan. "Yang paling penting diantara kalian, pada saat nanti pembentukan kelompok kita sudah berada pada kelompok paguyuban artinya kita sudah berada  pada suatu ikatan kekeluargaan," nasehat Muhammad Djunaidi sebelum membuka kegiatan pembekalan KPM.

[caption id="attachment_8286" align="alignnone" width="300"] Foto mulai dari kiri: Dr. Zainal Said, M.H (Kepala P3M IAIN Parepare), Drs. Muhammad Djunaidi, M. Ag (Plt. Wakil Rektor I), Dr. H. Sudirman, M.H (Plt. Wakil Rektor II dan Dr. Ramli, S. Ag, M. Sos. I (Ketua panitia KPM 2018)[/caption]



Sementara salah satu peserta pembekalan KPM, Nurul mengaku antusias dengan adanya Kuliah Pengabdian Masyarakat. Ia mengaku telah sibuk menyiapkan segala keperluan yang akan dibutuhkan di lokasi KPM. Meskipun pembekalan KPM sempat ditunda dikarenakan adanya penyesuaian akademik namun rencananya, pemberangkatan KPM akan tetap dilaksanakan pada Senin 30 Juli 2018 sedangkan penarikan peserta KPM akan dilakukan pada tanggal 17 September mendatang.

 

Jumat, 08 Juni 2018

Prodi Bimbingan Konseling Islam, Gelar Diskusi dan Buka Bersama

IAIN Parepare --- Mahasiswa yang tergabung dalam Guidence Club yang bekerja sama dengan himpunan mahasiswa Program Studi (Prodi) Bimbingan Konseling Islam (BKI) jurusan Dakwah dan Komunikasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar diskusi dan buka bersama di kantor jurusan Dakwah dan Komunikasi, Kamis (07/06).



Kegiatan yang dihadiri oleh puluhan mahasiswa Prodi BKI dengan mengundang narasumber yakni Zulfajar Najib, S. Kom. I. Ia merupakan pengganggas  Training of Tajwid (TOT) Mesjid Agung kota Parepare dan juga salah satu alumni BKI.

[caption id="attachment_8204" align="alignnone" width="300"] Salah satu mahasiswa bertanya kepada narasumber [/caption]

Dr. Muhammad Qadaruddin selaku Ketua Penanggungjawab Prodi BKI mengungkapkan tema yang diangkat adalah  Bimbingan Konseling Qur'ani (Al-Qur'an Sebagai Obat). "Tema yang sangat menjurus dengan program studi bimbingan konseling Islam di mana bimbingan konseling Islam itu fokus pada bagaimana memberikan bimbingan dan memberikan konseling terhadap klien (pasien) ataupun masyarakat umum. Selain itu, kegiatan buka puasa dilakukan untuk menjalin ukhuwah sesama mahasiswa sebelum libur," jelasnya saat diwawancarai usai kegiatan.

[caption id="attachment_8202" align="alignnone" width="300"] Foto: Kanan, Dr. Muhammad Saleh, M. Ag (Ketua Jurusan Dakwah dan Komunikasi) dan sisi kiri, Dr. Muhammad Qadaruddin, M. Sos (Ketua Penanggungjawab Prodi BKI)[/caption]

Sementara Ketua Jurusan Dakwah dan Komunikasi, Dr. Muhammad Saleh, M. Ag yang turut hadir sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. "Bimbingan konseling itu seharusnya lebih banyak melakukan diskusi berkaitan dengan bagaimana Al-Qur'an itu dijadikan sebagai obat. Karena nantinya kedepan, kita pasti menghadapi orang yang memiliki penyakit tapi penyakitnya bukan fisik melainkan psikis, salah satu pendekatannya adalah Al-Qur'an," ungkap Ketua Jurusan Dakwah dan Komunikasi, Muhammad Saleh.

 

 

Selasa, 05 Juni 2018

Seminar Manajemen Dakwah: Upaya Stimulasi Kepekaan Mahasiswa sebagai Calon Manager

IAIN Parepare --- Himpunan Mahasiswa (Hima) Program Studi (Prodi) Manajemen Dakwah jurusan Dakwah dan Komunikasi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare mengadakan seminar manajemen dakwah, Senin (04/05). Seminar yang berlangsung di ruang seminar Pascasarjana IAIN Parepare dengan mengangkat tema optimalisasi reposisi muballigh di era milenial.

[caption id="attachment_8196" align="alignnone" width="300"] Sisi kiri, Dr. Muhammad Idris Usman, MA dan Tengah, Dr. Muhammad Saleh, M. Ag (Pemateri), sisi kanan Muhammad Haramain, M. Sos. I (Moderator).[/caption]

Puluhan peserta hadir memenuhi ruangan yang terdiri dari mahasiswa manajemen dakwah serta beberapa delegasi dari program studi lain. Seminar tersebut mengundang dua narasumber yakni Dr. Muhammad Idris Usman, MA dan Dr. Muhammad Saleh, M. Ag.



Ketua Penanggungjawab Prodi manajemen dakwah, Dr. Zulfah menjelaskan seminar manajemen dakwah diadakan guna menambah pengetahuan mahasiswa terkait isu-isu terkini dalam bidang manajemen dakwah serta menstimulasi kepekaan mahasiswa sebagai calon manager untuk mengantisipasi masalah yang disebabkan oleh perubahan kondisi masyarakat yang sangat cepat. "Mahasiswa diharapkan termotivasi untuk menyelenggarakan kegiatan terkait manajemen dakwah yang lebih kreatif  serta mahasiswa dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan khususnya terkait manajemen event melalui pengalaman kerja", harap Ketua Penanggungjawab Prodi Manajemen Dakwah, Zulfah.

Sementara salah satu peserta seminar, Nur Azisah mengungkapkan materi yang dibawakan oleh pemateri cukup bermanfaat bagi mahasiswa. "Ilmu manajemennya bisa diterapkan dan penggunaan waktunya cukup baik," ungkapnya.

 

 

 

 

 

 

 

Senin, 09 April 2018

Pasca Dapatkan Izin Penyiaran, Radio Akademia Uji Coba Siaran

STAIN Parepare--- Radio Akademia jurusan Dakwah dan Komunikasi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Parepare memasuki uji coba siaran setelah mendapatkan izin penyelenggaraan penyiaran pada 28 Maret 2018.

Izin tersebut diterima langsung oleh Ketua STAIN Parepare Ahmad Sultra Rustan di Kantor KPID (Komisi Penyiaran Indonesia Daerah) provinsi Sulawesi Selatan. Muhammad Saleh Ketua jurusan Dakwah dan Komunikasi yang turut menyaksikan proses penerimaan izin penyelenggaraan penyiaran mengaku bersyukur.  “Alhamdulillah sekarang sudah dikeluarkan izin penyiaran.  Keaktifan sekarang masih uji coba,” ungkap Muhammad saleh saat ditemui di kantor jurusan Dakwah dan Komunikasi (09/04).

Radio akademia yang menggunakan frekuensi 107,7 FM nantinya akan digunakan  sebagai laboratorium mahasiswa. “Radio ini adalah laboratorium yang diperuntukkan untuk jurusan Dakwah dan Komunikasi artinya fasilitas radio ini dimanfaatkan oleh seluruh program studi yang ada di jurusan Dakwah dan Komunikasi,” terang  Muhammad Saleh yang juga selaku pendiri dalam menajemen radio.

Setelah memasuki uji coba siaran, pihak radio akademia akan melakukan perekrutan crew radio mulai dari penyiar, reporter dan bagian produksi.  Nurhakki selaku Ketua Badan Pelaksana Radio Akademia mengungkapkan kriteria penerimaan crew radio meliputi crew yang memiliki pemahaman penyiaran baik sistem regulasi penyiaran radio, teknis, produksi  maupun penyiar.



Hal tersebut dilakukan sebab siaran radio akademia menggunakan frekuensi publik. ”Apabila tidak digunakan sesuai peruntukkan maka akan mendapat sanksi sesuai regulasi yang ada. Siaran itu bukan ajang coba-coba, itu pesan dari Kominfo. Apabila digunakan untuk praktikum mahasiswa maka tidak diperkenankan untuk keluar jadi sifatnya tidak on air dan mahasiswa yang telah lolos itulah yang diberikan tugas on air,” jelas Nurhakki.

Selain itu, Muhammad Saleh juga berharap agar radio akademia tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik. “Radio ini bisa menjadi media dakwah dan media komunikasi. Selain pengembangan kompetensi mahasiswa itu sendiri, juga bisa menjadi penyejuk pendengarnya”, harapnya.

Sabtu, 07 April 2018

Perkuat Sinergitas, HMJ DAKOM Adakan Tudang Sipulung dan Pelatihan Administrasi

STAIN Parepare--- Himpunan Mahasiswa Jurusan Dakwah dan Komunikasi (HMJ DAKOM) adakan tudang sipulung dan pelatihan administrasi bersama Ketua Jurusan Dakwah dan Komunikasi  STAIN Parepare(7/4).  Sebanyak 30 peserta hadir,  dimana peserta merupakan pengurus himpunan mahasiswa jurusan dan pegurus Himpunan Mahasiswa (HIMA) dari  berbagai Prodi (program studi) yang ada di jurusan Dakwah dan Komunikasi.



Kegiatan yang berlangsung  selama dua hari mulai 07 s/d 08 April 2018 yang dilaksanakan di lantai 3 gedung Lab STAIN Parepare. Adapun tema yang diangkat oleh panitia yaitu Sinergisitas Keluarga Besar Jurusan Dakwah dan Komunikasi dalam mewujudkan tertib Administrasi untuk organisasi ideal.



Kegiatan ini dilakukan agar adanya regenerasi pengurus HMJ Dakwah dan Komunikasi."Ini untuk pemerataan wawasan agar ada regenerasi nantinya, karena mereka semua yang akan melanjutkan HMJ kedepannya,” jelas  Yurham,  Ketua HMJ DAKOM.

Sementara Ketua Jurusan Dakwah dan Komunikasi, Muhammad Saleh yang turut hadir membuka kegiatan tersebut berpesan agar peserta meningkatkan kualitas dan prestasi.  "Tingkatkan Kualitas diri, tingkatkan prestasi, InsyaAllah Anda akan di cari orang,” ungkap Muhammad Saleh saat memberi sambutan.

Reporter: Zulrahman

Selasa, 03 April 2018

Kembangkan Keilmuan Dosen, Prodi BKI Gelar FGD

STAIN Parepare--- Program Studi (Prodi) Bimbingan Konseling Islam (BKI) jurusan Dakwah dan Komunikasi menggelar Focus Grup Discussion (FGD) yang digelar di ruang seminar kantor jurusan Dakwah dan Komunikasi STAIN Parepare (03/04).

[caption id="attachment_7487" align="alignnone" width="300"] Foto Pemateri, Nur Afiah, M.A[/caption]

FGD ini diikuti oleh segenap dosen dari berbagai program studi yang ada di jurusan Dakwah dan Komunikasi. Dengan mengangkat tema karir dan keluarga setiap peserta yang hadir diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapat atau pandangan terhadap tema yang dibahas.

Muhammad Qadaruddin selaku ketua penanggung jawab Prodi BKI mengatakan kegiatan ini dilakukan guna menambah wawasan  dan pengembangan keilmuan khususnya program studi bimbingan konseling Islam. “Dilaksanakan untuk peningkatan keilmuan dosen, outputnya adalah peningkatan keilmuan mahasiswa. Jadi, dosen-dosen yang ikut nanti bisa sharing dengan mahasiswa,” jelas Muhammad Qadaruddin usai kegiatan.

Kegiatan FGD ini dijadwalkan akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan dengan mengangkat tema-tema dari berbagai Prodi di jurusan Dakwah dan Komunikasi. “Kegiatan-kegiatan ini bisa dilaksanakan secara rutin, keakraban juga bisa muncul dan setiap bulan kita sharing bersama,” ungkap Muhammad Saleh, Ketua Jurusan Dakwah dan Komunikasi yang turut menghadiri FGD tersebut.

[caption id="attachment_7488" align="alignnone" width="300"] Dr. Muhammad Saleh, M. Ag, Ketua jurusan Dakwah dan Komunikasi STAIN Parepare[/caption]

Hasil dari Focus Grup Discussion ini nantinya akan dibawa oleh dosen ke ruang kelas terkait isu-isu tentang keilmuan yang akan dibagikan (share) kepada para mahasiswa.

Minggu, 18 Maret 2018

Hima Prodi PMI Gelar Workshop Ajatappareng for Action

STAIN Parepare --- Himpunan Mahasiswa (HIMA) Program studi (prodi)  Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) jurusan Dakwah dan Komunikasi STAIN Parepare menggelar workshop Ajatappareng for Action, Minggu 18 Maret 2018. Workshop ini dilaksanakan di Movie room STAIN Parepare dengan mengangkat tema yang Muda yang Bergerak, yang Muda Mengubah.



Workshop ini dilakukan guna memberi pengetahuan kepada peserta tentang bagaimana menyusun dan menyampaikan rencana rekomendasi RAD (Rencana Aksi Daerah) organisasi non pemerintah di Ajattappareng berdasarkan 4 pilar pembangunan serta memperkuat komitmen bersama melalui rencana pembentukan jaringan bersama. “Tujuan utama dalam workshop ini adalah mengembangkan rencana aksi dan menghubungkan berbagai komunitas pemuda sebagai langkah awal untuk melokalkan United Nations SGDs di Ajatappareng. Output dari kegiatan ini adalah perencanaan aksi  nyata”, jelas Syahril ketua Hima prodi PMI.

Ramli selaku penanggung jawab prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) mengatakan peserta workshop terdiri dari beberapa lembaga swadaya masyarakat, komunitas-komunitas masyarakat, organisasi daerah, lembaga kemahasiswaan dan UKM perguruan tinggi dalam dan luar STAIN, khususnya mahasiswa prodi PMI”, jelas Ramli.

Workshop dirancang dengan melibatkan peserta untuk aktif berfikir dan mengungkapkan pendapat di hadapan peserta lain. Muhammad Saukani salah satu peserta  mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat. “ Materinya sangat bermanfaat sekali karena menunjang suatu organisasi atau komunitas sehingga kita dalam berorganisasi secara tidak langsung bisa ikut andil dalam mengsukseskan program pemerintah walaupun organisasi atau komunitas kita tidak berada dibawah naungan pemerintah”, ungkap Muhammad Saukani.



Kegiatan yang dibuka oleh Muhammad Djunaidi selaku wakil ketua I bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga mengaku sangat mengapresiasi serta mendukung workshop ini. Ia juga berharap agar mahasiswa dapat aktif dalam kegiatan yang beriorientasi pengembangan dan pemberdayaan masyarakat sebagai tindak lanjut program PBB: Sustainable Development Goals (SDGs). “Buat program yang sejalan dengan program STAIN dan pemerintah untuk pengembangan masyarakat”, harap Djunaidi kepada mahasiswa.

Sementara Muhammad Saleh selaku ketua jurusan Dakwah dan Komunikasi berharap agar menjadikan workshop ini sebagai ajang pelatihan dalam meningkatkan kemampuan baik secara teoritis maupun praktis. “Bangun sinergitas di kalangan mahasiswa, lembaga baik intra maupun eksternal untuk bersama membangun, mengembangkan dan memberdayakan masyarakat”, ungkap Muhammad Saleh saat memberi sambutan.

Selasa, 27 Februari 2018

Lihat Potensi Mahasiswa Komunikasi STAIN Parepare, Kosmik UNHAS Ajak Ikut Commfair

STAIN Parepare--- Jelang diselenggarakannya Communication Fair (Commfair) 2018 oleh Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Kosmik) Universitas Hasanuddin (UNHAS), beberapa panitia Comfair  kunjungi kampus STAIN Parepare (26/02).

[caption id="attachment_7239" align="alignnone" width="459"] (Foto: Mahasiswa Kosmik Unhas tampil menjelaskan)[/caption]

Tepatnya di gedung auditorium STAIN Parepare, usai pembukaan kuliah. Mahasiswa kosmik Unhas menjelaskan tentang Communication Fair kepada mahasiswa STAIN Parepare khususnya program studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Jurusan Dakwah dan Komunikasi.

Communication Fair merupakan salah satu agenda dari Kosmik Unhas yang dilakukan guna menjalin silaturahmi antar sesama mahasiswa komunikasi dalam lingkup se- Indonesia. Hal ini ditegaskan oleh Safran Fais salah satu panitia Commfair, “Kami ingin ada silaturahmi antara para mahasiswa komunikasi se-Indonesia”, ungkapnya.

[caption id="attachment_7237" align="alignnone" width="403"] (Foto: Safran Faiz, saat diwawancarai)[/caption]

Ia juga menjelaskan akan menghadirkan narasumber yang akan membahas tentang  isu-isu yang berkembang di masyarakat terkait aktivitas media. “Kami juga melihat adanya isu-isu yang berkembang di masyarakat apalagi tahun ini adalah tahun politik dan sekarang lagi berkembang isu tentang politaiment atau politik entertaiment makanya kami menghadirkan narasumber yang mengulas apa itu politik entertaiment”, jelas Safran.

STAIN Parepare yang menjadi target sosialisasi Commfair menjadi pilihan dikarenakan panitia melihat tingkat pertisipasi tinggi serta potensi mahasiswa yang dimiliki. “Sebelumnya kami mengadakan workshop Redaksi TRANS 7, kami melihat banyak mahasiswa STAIN yang ikut berpartisipasi. Selain itu, kami juga survey dimana di sini prodi ilmu komunikasi yang besar selain di Makassar”, tambah Safran. (lihat http://www.stainparepare.ac.id/2017/11/18/ikuti-workshop-eksis-jadi-jurnalis/ )

Rencananya Commfair akan dilaksanakan pada tanggal 5-7 Maret 2018 di kampus Tamalanrea, Universitas Hasanuddin. Selain menyajikan diskusi panel, talkshow, pemutaran film dan pameran karya juga mengadakan kompetisi essay dan anchor competition.  “Saya kemarin melihat ada video dari mahasiswa komunikasi STAIN Parepare menjadi reporter, itu sangat luar biasa juga. Makanya nanti kami harapkan ada kerja sama antara mahasiswa komunikasi STAIN maupun UNHAS karena kami sangat terbuka baik itu dari segi skill seperti fotografi, videografi, ataupun reporter”, harap Safran sebelum meninggalkan kampus STAIN Parepare.
Communication Fair 2018 merupakan manifestasi dari pertanggungjawaban lembaga keilmuan komunikasi dalam mengaji studi komunikasi kontemporer. Berkaitan dengan tema “Media Matters, Media Manners”, konten-konten kegiatan yang dihadirkan untuk mengaji persoalan wajah media hari ini. Sehingga pada penerapannya akan melibatkan pakar-pakar ilmu komunikasi serta praktisi komunikasi yang berpengalaman di bidangnya untuk wadah edukasi dan apresiasi bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi secara khusus dan masyarakat secara umum (Dikutip dari laman pendaftaran Commfair 2018 di  http://www.commfair.kosmik.org/ )

Senin, 19 Februari 2018

IAIM Sinjai Study Banding ke STAIN Parepare

STAIN Parepare--- Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Sinjai kunjungi STAIN Parepare khususnya di jurusan Dakwah dan Komunikasi STAIN Parepare. Sebanyak 35 mahasiswa dan 5 orang yang terdiri dari dekan, dosen dan staf dari fakultas Ushuluddin dan Komunikasi Islam ikut dalam study banding ini.

           

Sebelum mengelilingi melihat kampus STAIN Parepare, rombongan melakukan sharing bersama antara mahasiswa program studi yang ada di jurusan Dakwah dan Komunikasi STAIN Parepare dengan mahasiswa IAIM Sinjai.

Suriyati, S. Ag., M. Sos. I selaku Dekan Fakultas Ushuluddin dan Komunikasi Islam IAIM Sinjai yang ikut dalam study banding mengatakan akan menjadikan STAIN Parepare sebagai percontohan untuk pengembangan kampus. “Alhamdulillah bisa dijadikan sebagai referensi dalam pengembangan kampus kami kedepan. Karena dengan berbagai tips yang diberikan tadi, itu memang sudah jauh dibandingkan daripada kami di Institut Agama Islam Muhammadiyah, bisalah dijadikan percontohan”, jelasnya.



ia juga berharap agar bisa membuka program studi baru seperti yang dimiliki pada jurusan Dakwah dan Komunikasi. "Mudah-mudah di fakultas ushuluddin dan Komunikasi Dakwah kami juga bisa membuka beberapa prodi termasuk manajemen, pengembangan, yang terpenting mahasiswa dulu karena mahasiswa kami masih jauh dibandingkan STAIN Parepare", tambahnya.
Sementara Hasmaniar salah satu mahasiswa IAIM Sinjai mengatakan bersyukur telah berkunjung ke STAIN Parepare, "Suatu nikmat yang harus saya syukuri setelah berkunjung di kampus STAIN Parepare, saya sangat kagum dengan kekompakan dalam menyelenggarakan sebuah acara, keikhlasan kakak dalam menyambut  kami, saya sangat berterima kasih", ujarnya.